Kabar Jatim.eu.org Merupakan Media Online yang Memberikan Informasi Teraktual dan Terkini yang Terjadi di Indonesia, Terkhusus Provinsi Jawa Timur.

Banjir Setinggi 1 Meter Rendam Ratusan Rumah di Ploso Jombang, Sungai Marmoyo Meluap Usai Hujan Deras

Kondisi Banjir di Jombang

kabarjatim.eu.org- Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Ploso sejak Selasa (18/11/2025) sore hingga Rabu (19/11/2025) dini hari menyebabkan banjir besar di Dusun Pagerongkal, Desa Pagertanjung, Kabupaten Jombang. 

Banjir mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 03.00 WIB dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter hingga 1 meter.

Informasi di lapangan menyebutkan, hujan intensitas tinggi sejak pukul 16.00 WIB membuat debit air Sungai Marmoyo meningkat tajam. Kondisi sungai yang dangkal memperparah situasi sehingga air meluap sekitar pukul 01.00 WIB dan masuk ke kawasan permukiman, merendam jalan desa dan rumah warga di lima RT wilayah RW 1 Dusun Pagerongkal.

Rifan (62), salah satu warga terdampak, mengaku banjir datang tiba-tiba saat warga masih terlelap.

“Air naik sekitar jam tiga dini hari. Begitu bangun, rumah saya sudah kemasukan air setinggi paha orang dewasa,” ujar Rifan.

Ia mengatakan banjir kali ini merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan berharap pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Marmoyo.

“Sungainya sudah terlalu dangkal. Kalau tidak dikeruk, tiap musim hujan pasti banjir lagi,” tambahnya.

Ketua RT, Wage, membenarkan bahwa banjir kali ini lebih parah dari kejadian sebelumnya.

“Paling parah di RT 2. Hampir semua rumah kena. Kalau ditotal, bisa ratusan rumah yang terendam,” jelasnya.

Menurutnya, meski tidak ada warga yang mengungsi, dampak banjir sangat luas karena air mencapai lantai rumah dan merendam perabotan warga.

Hingga Rabu siang, air mulai surut menjadi 20-30 sentimeter, namun warga diminta tetap siaga karena potensi hujan susulan masih tinggi.

“Kami mengimbau warga tetap waspada karena hujan belum sepenuhnya reda,” kata Wage.

Sementara itu, BPBD Jombang bersama perangkat desa masih melakukan pendataan kerugian dan memantau kondisi di lapangan untuk mengantisipasi banjir lanjutan. (Indh)

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Recent Posts