kabarjatim.eu.org - Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menegaskan bahwa olahraga harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa, bukan sekadar beban anggaran pemerintah.
Hal itu disampaikan Erick saat menghadiri Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana Malang, Minggu (23/8/2026).
“Olahraga bukan beban biaya pemerintah, tetapi investasi bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Erick menjelaskan, aktivitas olahraga juga mampu menggerakkan perekonomian. Setiap pertandingan, misalnya, dapat mendorong transaksi tiket, penerimaan pajak, serta meningkatkan penjualan makanan dan minuman dari pelaku UMKM.
“Kalau ada pertandingan olahraga masyarakat akan beli tiket, terus itu mengandung pajak, mereka juga akan membeli makanan dan minuman, disitu dampak ekonominya,” jelasnya.
Selain ekonomi, Erick menilai olahraga penting untuk menjaga kesehatan di tengah meningkatnya biaya layanan kesehatan. Terlebih, Indonesia saat ini memiliki sekitar 125 juta penduduk berusia di bawah 30 tahun.
“Indonesia mengalami bonus demografi muda, biaya kesehatan naik, makanya jadikan olahraga sebagai investasi,” tambahnya.
Erick juga mendorong pengembangan sportainment di Kota Malang melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, masyarakat, dan organisasi. Salah satu kegiatan yang dinilai dapat menggabungkan olahraga dan pergerakan ekonomi adalah Car Free Day (CFD).
“Saya mendorong adanya CFD di 514 kota, salah satunya di Kota Malang ada, di CFD masyarakat bebas olahraga, mereka juga membutuhkan makan dan minum, dari masyarakat untuk masyarakat,” imbuhnya.
Ia kembali menegaskan bahwa olahraga memiliki kontribusi luas, mulai dari kesehatan hingga perekonomian masyarakat.
“Kontribusi olahraga menjadi investasi luar biasa kepada bangsa,” pungkasnya. (Indh)
