Kabar Jatim.eu.org Merupakan Media Online yang Memberikan Informasi Teraktual dan Terkini yang Terjadi di Indonesia, Terkhusus Provinsi Jawa Timur.

Hikmah Bafaqih Dorong Kampanye Pencegahan Perkawinan Anak Terus Digencarkan

kabarjatim.eu.org - Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua DPC PKB Kota Malang, Hikmah Bafaqih, mendorong kampanye pencegahan perkawinan anak terus digencarkan. Hal itu dinilai penting karena kasus perkawinan anak masih terjadi sepanjang tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan Hikmah saat menghadiri Lomba Kreasi Senam di GOR Ken Arok, Minggu (23/8/2026).

“Di tengah situasi maraknya perkawinan anak, kita harus semakin memasifkan kampanye tentang cegah perkawinan anak,” ujarnya.

Hikmah mencontohkan program Inklusi yang dijalankan Pengurus Pusat (PP) Lakpesdam NU bersama Fatayat NU Kabupaten Malang. Menurutnya, edukasi secara langsung dengan pendekatan santai menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Pendekatannya dengan mengajak mereka mengobrol, memberikan literasi secara langsung, juga memberikan flyer,” tambahnya.

Ia menyebut program yang telah berjalan selama tiga tahun tersebut turut berdampak terhadap penurunan angka permohonan dispensasi perkawinan anak di Kabupaten Malang.

Hikmah mengatakan, pada 2022 Kabupaten Malang sempat menjadi daerah dengan permohonan dispensasi perkawinan anak tertinggi di Jawa Timur.

“Dulu 2022 Kabupaten Malang juara 1 permohonan dispensasi perkawinan anak sebanyak 9.600 dan menjadi yang terbesar se-Jawa Timur, sekarang menurun di angka 7000-an,” ungkapnya.

Menurut Hikmah, perkawinan di usia anak memiliki berbagai risiko, mulai dari kesehatan, mental, sosial, ekonomi hingga spiritual. Anak perempuan yang belum siap secara fisik dan mental juga berisiko menghadapi persoalan ketika harus menjalani kehamilan dan persalinan di usia muda.

“Secara medis berbahaya bagi anak perempuan belum siap menjadi ibu dan harus melahirkan dalam usia yang sangat muda,” tambah Hikmah.

Ia menambahkan, ketidaksiapan pasangan secara mental dan ekonomi juga dapat memicu persoalan rumah tangga, termasuk KDRT, konflik berkepanjangan hingga perceraian.

“Secara mental, ekonomi, spiritual, mereka belum memiliki kesiapan, hal tersebut memicu terjadinya KDRT, pertengkaran panjang, hingga berujung perceraian,” pungkasnya. (Indh)

BACA JUGA:
Lebih baru Lebih lama