![]() |
| Suasana belajar siswa SDN Balikterus di tenda darurat |
kabarjatim.eu.org- Proyek rehabilitasi ruang kelas di UPT SDN 325 Gresik (SDN Balikterus 1 Sangkapura), Pulau Bawean, hingga kini belum juga rampung dari tenggat waktu yang ditentukan. Akibatnya, sejumlah siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat.
Proyek dengan anggaran APBD 2025 sebesar Rp363.069.236,78 ini dikerjakan oleh CV Prima Engineering dengan masa pelaksanaan selama 90 hari terhitung sejak pertengahan Mei lalu. Berdasarkan kontrak, proyek rehabilitasi tiga ruang kelas (IV, V, VI) dan satu ruang kantor tersebut seharusnya sudah selesai pada Agustus 2025. Namun, hingga pertengahan Oktober, progres pekerjaan masih belum tuntas.
Kepala Sekolah UPT SDN 325 Gresik, Ahmad Arabi, membenarkan bahwa keterlambatan pekerjaan disebabkan kendala dari pihak kontraktor saat proses pengiriman material bangunan.
“Kendala kata pemenang tender masalah transportasi kapal untuk pengiriman material bangunan,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).
Ia menambahkan, pihak sekolah telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan serta pelaksana proyek.
“Masalah rehab ini, dari Dinas sudah memberikan teguran ke pihak pemborong atau pemenang tender,” jelasnya.
“Pemborong janji ke saya dalam dua minggu ini bisa selesai,” sambungnya.
Menurut Arabi, pekerjaan yang belum rampung meliputi pemasangan keramik dan plafon, tanpa adanya penambahan bangunan baru.
“Tidak ada tambahan bangunan, hanya tiga ruang kelas dan satu kantor,” bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik, Herawan Eka Kusuma, menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi kepada pemenang tender berupa denda keterlambatan.
“Kalau memang nanti belum kunjung selesai, kami putus kontrak alias di-blacklist,” tegasnya.
