![]() |
| BOS FC saat melakukan laga persahabatan dengan ASKAB PSSI (Ist) |
kabarjatim.eu.org - Bawean Old Star Football Club (BOS FC) tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para legenda sepak bola Bawean, tetapi juga diproyeksikan sebagai wadah pembinaan karakter dan regenerasi pemain muda.
Di balik berdirinya Bawean Old Star Football Club (BOS FC), ada kegelisahan sekaligus harapan besar dari para legenda sepak bola Pulau Bawean. Klub ini bukan sekadar tempat berkumpulnya pemain senior, tetapi menjadi ruang refleksi, silaturahmi, dan pengabdian bagi generasi berikutnya.
Ketua BOS FC, Ainul Rofik, menuturkan BOS FC lahir pada 14 Desember 2025 sebagai wadah para mantan pemain yang pernah merasakan masa kejayaan sepak bola Bawean. Kini, mereka kembali ke lapangan bukan untuk mengejar prestasi, melainkan memberi contoh.
“Kami sudah tidak muda lagi. Tapi semangat dan nilai-nilai sepak bola itu masih ada. Kami ingin itu diwariskan,” kata Ainul.
Anggota BOS FC terdiri dari para legenda sepak bola dari berbagai klub di Kecamatan Sangkapura, mulai dari wilayah timur hingga barat Pulau Bawean. Sebagian besar kini berprofesi sebagai tokoh masyarakat, penggerak desa, hingga pengurus klub lokal.
Selain mempererat silaturahmi, BOS FC juga dibentuk untuk menjaga kebugaran para anggota. Namun lebih dari itu, klub ini membawa misi moral: membangun karakter generasi muda pecinta sepak bola.
“Sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah. Ini tentang disiplin, sportivitas, dan kebanggaan terhadap daerah asal,” ujar Ainul.
Ia juga menekankan pentingnya membangun mental generasi muda Bawean agar tidak minder sebagai anak pulau. Menurutnya, keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berprestasi.
“Dari Bawean bisa lahir pemain hebat. Syaratnya kerja keras, mental kuat, dan akhlak yang baik,” tegasnya.
BOS FC juga membuka ruang pembinaan bagi talenta muda untuk dipersiapkan mengikuti kompetisi resmi, termasuk Piala Suratin Kabupaten Gresik. Klub ini telah menyusun struktur organisasi serta AD/ART dengan masa jabatan kepengurusan selama tiga tahun.
Ke depan, BOS FC tidak hanya fokus pada sepak bola, tetapi juga merancang kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat Pulau Bawean.
Peresmian BOS FC yang digelar di Alun-alun Sangkapura turut dihadiri Kanit Reskrim Polsek Sangkapura, Aipda Wijiono, yang berharap BOS FC menjadi teladan sepak bola yang sehat, dewasa, dan mempersatukan. (Hsn)
