![]() |
| Ustadz Moh.Ilyas saat memperagakan penerapan metode tarjim di Musholla An- Nur Bawean Gresik. |
kabarjatim.eu.org - Metode pembelajaran Al-Qur’an berbasis tarjim mulai diperkenalkan secara luas kepada para pendidik Al-Qur’an di Pulau Bawean. Hal ini ditandai dengan digelarnya Sosialisasi Metode Tarjim Al-Qur’an Bawean pada Sabtu (27/12/2025) di Mushalla An-Nur 2, Desa Sungaiteluk, Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh kepala MDTA se-Kecamatan Sangkapura. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus motivasi agar metode tarjim dapat diterapkan di lembaga pendidikan Al-Qur’an masing-masing.
Dalam sesi pengenalan metode, Kiai Maskur menjelaskan bahwa metode tarjim telah ia kenal sejak tahun 2013 saat menjabat sebagai Ketua LTMNU PC Bawean. Metode tersebut kemudian diuji coba bersama sembilan ustaz dan diterapkan di sejumlah lembaga pendidikan hingga kini.
Menurutnya, metode tarjim dirancang bertahap dan mudah dipelajari oleh para pendidik.
“Untuk Juz 1 cukup memahami bahasa Arab dan Indonesia. Juz 2 ditambah kemampuan membedakan isim, fi’il, dan huruf. Juz 3 mulai mengenali tanda-tanda fi’il, hingga lengkap sampai akhir dengan balaghahnya. Semua sudah tersedia dalam panduan,” jelasnya.
Sesi praktik dipandu Ustaz Ilyas, yang memperagakan penerapan metode tarjim dengan pola pengulangan dan pembiasaan. Metode ini dikenal dengan konsep hafal tanpa menghafal.
“Tarjim itu mudah, mengajarkannya juga mudah. Kuncinya pengulangan dan pembiasaan,” tegasnya.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang dipandu Ustaz Rizal. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait penerapan metode tarjim tersebut.
Salah satu peserta, Ahsanul Haq, Kepala MDU Al-Manar Menara, mengaku metode tarjim sangat relevan diterapkan pada anak-anak.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisi tarjim ini, dan saya melihat metode ini sangat mudah karena sebagian besar hanya pengulangan. Sangat cocok diterapkan untuk anak-anak di tingkat dasar,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, panitia berharap metode tarjim Al-Qur’an dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dan memperkuat pendidikan Al-Qur’an di Pulau Bawean. (Hsn)
